moselle amanda !
hello to you reader !
12/16/2012
Sosial Media: Keasyikan Individual dan Sebuah Industri Baru
Perkenalan pertama saya dengan situs sosial media mungkin sekitar 8 atau 9 tahun yang lalu. Akun saya di Friendster, merupakan kali pertamanya saya mulai senang bermain dan aktif di dunia maya. Walaupun sebelumnya saya juga sudah mengenal internet untuk fasilitas e-mail dan chatting. Bedanya, situs Friendster memberikan kesempatan bagi saya untuk lebih dekat dengan teman-teman saya dan menemukan teman-teman lama saya. Seingat saya, sejak kepopuleran Friendster di Indonesia, mulai bermunculan situs-situs pertemanan lainya, baik lokal seperti Live Connector maupun asing, MySpace, Plurk, dan Facebook. Setiap situs-situs tersebut menawarkan keasyikan yang berbeda kepada setiap penggunanya. Saya sendiri juga sempat membuat akun pada situs-situs tersebut. Sampai akhirnya di tahun 2008, saya memutuskan untuk hijrah ke Facebook dan menutup akun saya di Friendster. Alasan pribadi saya, Facebook lebih mudah, pribadi, dan lebih membuka peluang untuk berkomunikasi dengan sesama teman. Terlebih lagi, kemajuan teknologi pada telepon selular, memberikan kemudahan untuk tetap terhubung dengan setiap saat. Entah hanya untuk menulis status, mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman, atau untuk menggunakan fasilitas chatting.
Dengan adanya kemajuan teknologi pada selular tersebut, saya melihat beberapa perubahan terhadap perilaku beberapa orang di dunia maya. Beberapa dari pengguna Facebook dan termasuk saya, memilih status di Facebook untuk mengekspresikan apa yang saya rasakan. Walau terkadang status yang dituliskan berkesan tidak penting, seperti “laper nih,” atau “ngantuk.” Lucu memang, kalau hal sederhana seperti itu harus diketahui orang banyak. Lepas dari ingin mendapatkan tanggapan dari teman atau tidak, saya selalu meninjau notifikasi saya untuk melihat respons yang masuk. Tidak berhenti di Facebook, muncul lagi Twitter, situs sosial media yang bersifat micro-blogging. Entah kenapa, walau Twitter menawarkan lebih sedikit aplikasi ketimbang Facebook, situs ini juga digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Bisa dikatakan kepopuleran BlackBerry di Indonesia juga sedikit banyak membuat Twitter dan sosial media lainya lebih mudah diakses oleh siapa saja. Lucu juga melihat perubahan pola sikap individu sejak kehadiran gadget tersebut. Tidak heran, selular adalah benda yang paling pertama dicari setelah bangun tidur. Entah hanya sekedar mematikan alarm, mengecek e-mail masuk, atau yang juga paling sering saya lakukan yaitu menulis status di Twitter dan Facebook.
Ternyata, interaksi di sosial media bukan hanya mengasyikan bagi individu biasa seperti saya dan orang umum lainya. Organisasi dan perusahaan melihat ini sebagai peluang untuk kemajuan mereka. Beberapa organisasi atau perusahaan menggunakan fasilitas sosial media sebagai sarana marketing mereka. Sedangkan, beberapa perusahaan atau organisasi lainya memanfaatkan sosial media sebagai sarana untuk menyampaikan informasi dari perusahaan ke publik dan mendengar masukan dari masyarakat luar tentang perusahaan. Seringkali, fungsi kedua tersebut dijadikan tempat keluhan oleh masyarakat tentang produk, jasa, maupun sistem perusahaan itu sendiri. Ambil contoh pada Mandala Air, hingga saat ini halaman Facebook dan akun Twitter penerbangan ini masih banyak dipenuhi keluhan dan pertanyaan terkait masalah tiket dari penumpang terdahulu. Tetapi, dengan adanya sosial media, kegiatan interaksi memungkinkan bagi perusahaan untuk menjawab pertanyaan dan keluhan tersebut dengan cepat. Walaupun, belum tentu jawaban-jawaban tersebut dapat memuaskan paling tidak perusahaan dapat lebih sigap tentang keluhan maupun dapat mendeteksi isu-isu yang mungkin muncul dari perbincangan yang terjadi di sosial media.
Beberapa bulan lalu, saya berkesempatan untuk bekerja pada posisi “Social Media Monitoring” pada sebuah perusahaan public relations asing ternama. Melihat kata media monitoring, saya berpikir pekerjaan tersebut tidak jauh berbeda dengan kegiatan monitoring di media konvesional pada umumnya. Ternyata saya salah. Posisi yang saya jalankan ternyata lebih asik. Bagaimana tidak asik, saya yang notabene terbilang adiktif dengan dunia maya, dapat selalu mengakses situs-situs sosial media yang saya gandrungi. Bedanya, kali ini saya harus mengamati, menganalisis, dan melaporkan hasil pengamatan saya. Google search, blog search, forum, Twitter, Facebook, dan additional search engine merupakan makanan saya mulai dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Tantanganya? Tuntutan klien untuk selalu didahulukan dalam mengirim laporan.
Yang paling seru, ketika saya melihat perbincangan orang-orang di sosial media berdasarkan kata kunci yang telah disetujui. Ada perbincangan yang membuat saya tertawa dan ada juga pembahasan yang cukup “pintar”. Umumnya, tulisan di forum atau blog lebih luas bahasanya dan lebih memakan waktu untuk dianalisis. Tidak hanya mencatat apa yang diperbincangkan, siapa yang memperbincangkan juga harus dipertimbangkan. Ketika saya menangani salah satu perusahaan migas, fokus saya lebih kepada para insan NGO atau pemerhati lingkungan alam yang seringkali mengkritisi perusahaan tersebut. Selain mencari kata kunci secara manual (memasukan kata kunci secara satu persatu), additional search engine berbayar seperti Brandtology atau Meltwater juga cukup memudahkan dalam kegiatan monitoring ini. Secara otomatis, tiap harinya aplikasi tersebut akan mengirim hasil sesuai dengan kata kunci yang telah dimasukan.
Melihat pesatnya perkembangan sosial media di Indonesia, saya merasa cukup positif bahwa hal ini dapat dijadikan salah satu industri bidang komunikasi baru. Jika dulu instansi hanya memikirkan campaign untuk above the line dan below the line saja, sekarang banyak instansi yang mulai ramai dengan campaign digital. Kegiatan marketing dan public relations-pun sudah harus menghadapi tantangan era digital tersebut. Dengan adanya sosial media, kecepatan penyebaran berita ataupun isu harus ditanggulangi dan diantisipasi dengan baik. Sosial media juga menciptakan lapangan pekerjaan baru, seperti posisi saya misalnya. Biasanya, divisi digital menangani segala hal yang berkaitan dengan internet dan sosial media. Belum lagi perusahaan yang bergerak di bidang additional search engine yang seperti saya sebut diatas. Mungkin dulu kegiatan monitoring hanya dilakukan secara manual saja, tetapi additional search engine membantu instansi dalam mengawasi sosial media. Indonesia sendiri telah memiliki salingsilang yang menyediakan fasilitas tersebut. Tidak kalah dengan additional search engine dari luar negeri, salingsilang cukup bersaing dalam industri ini.
Kembali lagi dalam melihat sosial media secara individual, mungkin akan banyak situs-situs sosial media yang bermunculan dan lebih bervariasi dari apa yang sudah ada sekarang. Terkadang kita (termasuk saya) seringkali lupa dengan apa yang kita tuliskan di status. Bukan hanya orang-orang terdekat anda yang membaca tulisan tersebut, tetapi mungkin juga orang lainya. Sampai saat inipun saya masih banyak belajar untuk mengontrol emosi di sosial media. Apa yang telah kita tuliskan akan menjadi boomerang bagi diri kita sendiri. Walaupun tidak ada aturan tertulis bagaimana kita harus bersikap di sosial media, saya rasa setiap individu juga tahu mana yang boleh atau tidak dilakukan di sosial media. Manfaatkanlah sosial media anda semaksimal mungkin, karena tidak menutup kemungkinan kesuksesan anda berawal dari sosial media.
3/21/2012
TIME is TICKING and THE BOMB is COUNTING
why do you have to hide your real feelings ?
I don't need any sweet words only to boost me up, but in the end, those words will only hurt me, badly.
it's not my first time, though.
i've been in this situation like for 3/4 times. so this ain't a big deal. But, what makes me grieved is, why you have no bravery to be honest with me.
it's just far from what we wanted at the very first time.
why it is hard for you to say it, openly.
if you ask me to explain "what has been changed from me?",
I will say nothing but "have a silence moment, and open your heart".
yes, indeed ...
you can count me as your best friends, sister, and girlfriend for sure.
but, those privileges can not lead you into a person who treats me like whatever you want.
despite, all my toughness which I have shown and carried for all these times ...
I'm only a woman who has limitation of patience ...
shout out and mad to people are not my mastery.
again, my heart is just like a bomb machine.
it's ready to blow whenever it's ticking over my boundaries ...
I don't need any sweet words only to boost me up, but in the end, those words will only hurt me, badly.
it's not my first time, though.
i've been in this situation like for 3/4 times. so this ain't a big deal. But, what makes me grieved is, why you have no bravery to be honest with me.
it's just far from what we wanted at the very first time.
why it is hard for you to say it, openly.
if you ask me to explain "what has been changed from me?",
I will say nothing but "have a silence moment, and open your heart".
yes, indeed ...
you can count me as your best friends, sister, and girlfriend for sure.
but, those privileges can not lead you into a person who treats me like whatever you want.
despite, all my toughness which I have shown and carried for all these times ...
I'm only a woman who has limitation of patience ...
shout out and mad to people are not my mastery.
again, my heart is just like a bomb machine.
it's ready to blow whenever it's ticking over my boundaries ...
3/14/2012
a never lost old memories ...
dating a guy who ever once committed to get marry in his past is somehow hurting your own feelings ...
hearing that he was that close to another girls in his past is somehow tearing your eyes ...
knowing your partner ever had chosen a wrong path in his past is somehow waking you up all night long ...
but, despite to his past ... Loving him for what he is now and Moving on to the next chapter are probably the best way to through ...
hearing that he was that close to another girls in his past is somehow tearing your eyes ...
knowing your partner ever had chosen a wrong path in his past is somehow waking you up all night long ...
but, despite to his past ... Loving him for what he is now and Moving on to the next chapter are probably the best way to through ...
2/18/2012
Dear oka, Aku Sayang kamu
oka, maafin sifat sensitif gue selama hampir sebulan setelah kepulangan loe.
jujur. gue akuin gue egois. tapi disatu sisi gue seneng bisa kiat loe reuni sama teman-temen loe lagi.
karena menurut gue sangat wajar cowok bandel.
dan ketika perpisahan dari jakarata loe ke palangkaraya, gue sangat down. karena gue ngerasa loe anggep gue sama sekali gak ada. darisitu gue mulai untuk bersikap cuek sama loe. karena guetakut, suatu saat ketika perasan gue udah dalem ke loe, tapi ujung-ujungnya akan nyakitin kedua belah pihak. oiya, gue bukan cuek atu gimana juga sih. gue lebih memberikan waktu utk lo beraktivitas
gue seneng dan sangat mendukung bisnis baru loe. semoga semua kegiatan finansial loe bisa membuahkan hasil di kemudian harinya utuk ngebahgiain orang tua loe dan diri loe sendiri. maksud dan tujuan loe ngekost juga baik. biar loe bisa belajar susahnya cari duit di perantauan, taoi tetep jaga keprcayaan gue yah
gue cuma nitip kepercayaan aja sama loe. apapun itu, kalo loe masih anggep gue pacar dan loe sayang sajma gu. walupun gue gak tau mau dibawa kemana hubungan ini nantinya. yang jelas gue sayang sama loe. dan gue gak mau ngebayangin hak2 yang nyakit di kemudian harinya.
isha allah gue akan selalu percaya dan positif thinking ke loe.besar harapan gue juga untuk loe bia setia sama gue. walaupun itu berat, gue gak tau sekangen apa dan sesayang apa loe sama gue.
jaga diri lo disana baik-baik nyet.
jag kesehatan dan atur keuangan loe.
kalo loe butuh cuhat atau atau mau ngelupain emosi.
aada gue nyet yg bakal dengerin loe.
bilang yah nyet.. kalo suatu hari gue udah ngecewain loe dan gak bisa pertahanin hubungan ini.
gue udah siap dng semua resikonya. yaudahlah yah nyetttt kita pacaran semur hidup aja, gak usah nikah hahhahahahhah
I love you I Nyoman Oka Yudhistira
22.07.11
regards with love,
rachhmah amanda
10/23/2011
Iya, gue cemburu ...
belum dapet ide mau nulis apa sebenernya malem ini.
udah lama juga gak nulis dan ngunjungin blog gue, seketika gue sangat pengen untuk curhat colongan di tengah malam menjelang pagi hari. alesanya gampang, karena gue galau dan gak tau harus cerita sama siapa.
walaupun udah curhat sama sahabat baik gue, tetep aja rasa galau di hati ini masih ngeganjel. entah kenapa susah banget buat diusirnya.
oke pada dasarnya perasaan gak enak itu disebabkan karena gue lagi "dapet" hari pertama ya, jadi bawaanya kesel dan mau marah terus. tapi ini beda, perasaan gue bilang "there's something wrong". even I have no idea what the wrong thing is. padahal gue orang yang selalu berpendapat untuk tetap selalu berpikir positif, karena dengan berpikir positif, kemungkinan besar bakal berdampak positif juga.
tapi ternyata gue gagal. gue gagal untuk selalu berpikir positif. rasa khawatir dan galau gue di malam ini mgebuat gue jadi agak lebay. gak biasanya dalam 3 bulan ini gue kayak gini. malem ini beda. hati gue gak tenang, semacem mau ngadepin thesis defense buat besok. semuanya campur aduk. nunggu, khawatir, cemburu semuanya campur aduk. dibalik semua rasa yang gak enak itu gue cuma paling takut sama satu hal : NGELANGGAR KOMITMEN GUE !.
sebenernya komitmen ini gue buat untuk membuat seseorang yang gue sayang merasa gak terbebanin dengan status "pacaran". gue berpikir, sepahit-pahitnya jujur akan 100 kali lebih indah dibanding hidup dengan kata-kata kebohongan yang manis. gue juga menghindar untuk dari rasa cemburu dan berpikir positif. tapi malem ini gue gagal. gue belum bisa ikhlas untuk ngerelain rasa cemburu gue ditutupin dengan kata "it's okay, i'm fine". malem ini yg ada dalam hati kecil gue, gue berharap "please, don't do that ... keep my trust".
sayangnya firasat gue terlalu jelek untuk berpikir positif dan ikhlas. yang ada gue takut. entah apa yang gue takutin. susah ngejaga komitmen ternyata. pada pelaksanaanya itu gak semudah yang gue janjiin. gak tau harus ngerasa bersalah karena gagal dengan omongan sendiri atau apa. dan kalau orang yang gue maksud ngebaca tulisan ini. gue cuma pengen ngomong, "maaf gue gak bisa nepatin janji gue. gue gak mau marah-marah sama loe. tapi gue cuma pengen loe tau kalo gue cemburu, dan cemburu itu gak enak" ...
udah lama juga gak nulis dan ngunjungin blog gue, seketika gue sangat pengen untuk curhat colongan di tengah malam menjelang pagi hari. alesanya gampang, karena gue galau dan gak tau harus cerita sama siapa.
walaupun udah curhat sama sahabat baik gue, tetep aja rasa galau di hati ini masih ngeganjel. entah kenapa susah banget buat diusirnya.
oke pada dasarnya perasaan gak enak itu disebabkan karena gue lagi "dapet" hari pertama ya, jadi bawaanya kesel dan mau marah terus. tapi ini beda, perasaan gue bilang "there's something wrong". even I have no idea what the wrong thing is. padahal gue orang yang selalu berpendapat untuk tetap selalu berpikir positif, karena dengan berpikir positif, kemungkinan besar bakal berdampak positif juga.
tapi ternyata gue gagal. gue gagal untuk selalu berpikir positif. rasa khawatir dan galau gue di malam ini mgebuat gue jadi agak lebay. gak biasanya dalam 3 bulan ini gue kayak gini. malem ini beda. hati gue gak tenang, semacem mau ngadepin thesis defense buat besok. semuanya campur aduk. nunggu, khawatir, cemburu semuanya campur aduk. dibalik semua rasa yang gak enak itu gue cuma paling takut sama satu hal : NGELANGGAR KOMITMEN GUE !.
sebenernya komitmen ini gue buat untuk membuat seseorang yang gue sayang merasa gak terbebanin dengan status "pacaran". gue berpikir, sepahit-pahitnya jujur akan 100 kali lebih indah dibanding hidup dengan kata-kata kebohongan yang manis. gue juga menghindar untuk dari rasa cemburu dan berpikir positif. tapi malem ini gue gagal. gue belum bisa ikhlas untuk ngerelain rasa cemburu gue ditutupin dengan kata "it's okay, i'm fine". malem ini yg ada dalam hati kecil gue, gue berharap "please, don't do that ... keep my trust".
sayangnya firasat gue terlalu jelek untuk berpikir positif dan ikhlas. yang ada gue takut. entah apa yang gue takutin. susah ngejaga komitmen ternyata. pada pelaksanaanya itu gak semudah yang gue janjiin. gak tau harus ngerasa bersalah karena gagal dengan omongan sendiri atau apa. dan kalau orang yang gue maksud ngebaca tulisan ini. gue cuma pengen ngomong, "maaf gue gak bisa nepatin janji gue. gue gak mau marah-marah sama loe. tapi gue cuma pengen loe tau kalo gue cemburu, dan cemburu itu gak enak" ...
Langganan:
Postingan (Atom)

